Postingan

Narasi Malam

Memandang langit yang berhias milyaran bintang Kerlap kerlip bak berlian Setiap insan yang memandang Kan terlukis bulan sabit di bibirnya Tak lupa ditemani sejuknya hawa malam Hingga membuat menggigil kedinginan Ditemani secangkir teh yang menghangatkan Diperlamunan menikmati keindahan malam Terbesit akan harap bak menggapai bulan Akankah tergapai walau hanya terealisasi dalam indahnya mimpi Atau hanya angan semu berhias ekspektasi yang teramat tinggi?

Angan

Banyak hal yang tak dimengerti Hingga membuatmu ingin mencari Apakah untuk menuntaskan rasa keingintahuan Atau untuk membuka jendela pengetahuan Itu sama-sama menambah wawasan Banyak hal yang menjadi teka-teki Hingga kau banyak praduga Dan berharap semua seperti ekspektasi Dengan bekal angan Serta kobaran rasa keingintahuan Kini kau berjalan pelan namun penuh dengan kepastian Teruslah semangat menggapai impian Mintalah tuk diberi kemudahan oleh Sang Ilahi Hingga kelak anganmu kan jadi kenyataan Bukankah itu harapan semua orang ? Salam senyum

Tertunda

Semua yang tersusun rapi kini porak-poranda Hanya tersisa angan komplit dengan kepiluan Namun, dengan ini kamu paham Bahwa seindah apapun manusia merangkai untuk detik berikutnya  Sang Ilahi yang menentukan apa yang akan terjadi di detik berikutnya Sudah jangan sedih Tak apa Maksimalkan ikhtiar, doa, lalu bertawakal Semoga selalu terselimuti dengan kebahagiaan  Jangan lupa bahagia :) Salam senyum

Malam kerinduan

Setelah hari demi hari terlalui Rasanya seperti menghitung butiran beras Ah membosankan Riuh saja tak menyapa Dibawah gelapnya langit Ditemani ribuan bintang Serta merta semilir angin yang menyapa rembulan Ku menengadahkan wajah Entah mengapa memori kian seperti memenuhi otak Sudah kusapu hingga ribuan kali Namun nyatanya masih ada debu kenangan yang tersisa Malam ini aku rindu Tapi tak dapat berbuat apa Semoga doa yang kita panjatkan sampai Sehingga kian bisa bejumpa Saling bertukar cerita, dan membagi tawa